A homepage subtitle here And an awesome description here!

18 October 2021

Kemah KMIH edisi musim gugur 2021

Perkemahan akhir pekan KMIH edisi kali ini dilaksanakan tanggal 10-11 Oktober 2021 di Ikoinomori Park. Diikuti warga KMIH yang tinggal di Saijo, acara ini meriah dengan berbagai sajian kuliner yang mantap-mantap. Kajian malam tentang "jin" oleh Kang Mantan Presiden Ibadurrahman tidak cukup seram sehingga toh nyatanya semua orang masih bisa tertidur pulas. Hehehe.

Keterbatasan ruang dalam tenda, malam yang dingin tapi 'tidak membunuh', pohon yang rimbun: membuat kehangatan semakin terasa dalam kegiatan kali ini, dalam lingkup fisis-eksotermis, metafisis-mistis, dan juga psikologis. Alam terbuka juga memberikan kesempatan buat ibu-ibu yang biasanya terperangkap pekerjaan domestik di dalam tembok apato, bisa lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan mencurahkan afeksi satu sama lain. 

Ada satu agenda tersembunyi yang tidak terlaksana, walau sengaja panitia siapkan tapi tidak dimasukkan dalam daftar acara, yaitu tafakur keluarga. Dulu kami menyebutnya jurit malam. Di mana saat acara ini kita bangun, sholat tahajud bersama kemudian saling bermuhasabah akan banyaknya dosa dan khilaf kita selama ini sebagai manusia dan lalainya kita bersyukur atas segala karunia Alloh SWT. Selain iman, kesehatan, dan keluarga; sahabat-sahabat yang baik dalam perantauan juga sering kita abaikan perannya dalam membentuk jati diri kita sebagai muslim perantauan.

Bentuk acaranya memang agak unik, di mana peserta akan menutup mata, lalu kita merenungi semua kasih sayang Alloh SWT sama kita serta kebaikan-kebaikan orang terdekat kita. Erik akan jadi peraga "jenazah2an" yang terbaring jika diperlukan untuk menambah kekhusukan acara. Namun karena melihat saat tausyah dikasih tema jin pun sudah banyak yg mundur, maka acara tafakur keluarga pun dibatalkan.

Kita harus banyak bersyukur dikelilingi oleh orang-orang baik yang selalu peduli dan perhatian sama kita. Selain suami, istri, dan anak-anak, sahabat muslim di sini semuanya adalah keluarga besar. Betapa sempurna hidup kita, tubuh kita sempurna, kita bisa sholat tenang, makan enak, tidur nyaman, ditambah bonus sahabat-sahabat yang selalu ada di sekitar kita. Banyak rekan-rekan yang tidak seberuntung kita.

Berikut testimoni dari peserta kemah KMIH edisi musim gugur 2021 kali ini:

MasyaAllah, tabarakallah, terima kasih segenap panitia yang luar biasa, dan seluruh peserta yang solid. 24 jam silaturahmi yang sangat berkesan bagi kami. Kompak, rileks, dan penuh dengan aroma kekeluargaan yang kental.

Keakraban yang akan kami kenang selalu. Kenangan yang sangat berkesan, terutama kegiatan hiking yg very challenging (lumayan bikin kaki ngilu). Sebuah ikatan persaudaraan yang sulit dilukiskan. Semoga teman-teman sekalian dimudahkan segala urusannya, di dunia dan akhirat. Meraih impian terbaiknya.

Terakhir, rasanya kegiatan seperti ini perlu sekali dijadikan agenda tahunan. Sekali lagi, jazakumullah teman-teman semua.

--Pak Didik, bapak tiga anak, pakar teknologi pembelajaran, jagoan masak nagi goreng

Rekan-rekan, bapak/ibu peserta kemping. Terima kasih banyak atas partisipasinya dalam kegiatan KMIH kali ini. Sungguh jika satu aja di antara bapak/ibu ada yang tidak hadir, acara tidak akan se-menarik ini. Semuanya memegang peran penting masing-masing, kami hanya fasilitator saja. Kami pula mohon maaf jika masih banyak kekuarangan dalam pelaksanaan kegiatan ini, semata-mata kelalaian kami. Kami sangat berharap masukan untuk kami ke depannya.

Sekali lagi terima kasih, semoga kita semua semakin rukun dan bila nanti di akhirat bisa kemping bareng lagi di surga-Nya Alloh dengan hidangan yang super wah. Aamiin.

--Kang Suhendri, ketua-yang-tidak-mau-dipanggil-ketua KMIH 

Video dokumentasi kegiatan dapat disimak dari tautan ini


10 November 2020

Catatan "Bersahabat dengan Al Quran"

 

Kajian Online Bulanan KMIH

“Bersahabat dengan Al-Quran”

 

Hari, tanggal   : Minggu, 18 Oktober 2020

  Ahad, 01 Rabiul Awal 1442

 

Pemateri          : Ustadz Iman Firdaus

Moderator       : Bapak Widdy Muhammad  Sabar Wibawa

Qori’               : Bapak Andi Aryan

MC                  : Bapak Fikry Purwa Lugina

 

Susunan acara :


1. Pembukaan oleh MC

2. Pembacaan ayat Al-Quran oleh Qori’

3. Materi, disampaikan oleh pemateri dan dipandu oleh moderator

4. Tanya jawab

5. Foto Bersama

6. Do’a dan penutup

 

Ringkasan isi materi:

 

Nabi shalallhu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Bacalah Al-Quran, karena dia akan  akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi sahabat-sahabatnya.” (HR. Muslim 1910)

 

A.      Definisi Al-Quran:

Al-Quran adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salaama dengan perantaraan Malaikat Jibril, yang bernilai ibadah dengan membacanya. (Dikutip dari slide ustadz Iman Firdaus)

 

B.       Makna Bersahabat dengan Al-Quran

Yang dimaksud dengan bersahabat dengan Al-Quran adalah senantiasa berinteraksi dan dekat dengan Al-Quran.

 

C.      Langkah-langkah untuk bersahabat dengan Al-Quran

1.    Mengimani Al-Quran

Meyakini bahwa Al-Quran adalah kitab yang turun dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai pedoman hidup.

 

Di antara tanda-tanda mengimani Al-Quran adalah sebagai berikut:

a.       Menjadikannya sebagai rujukan pertama dalam setiap masalah

b.      Menjadikannya sebagai hakim ketika ada perselisihan

 

Mengimani Al-Quran merupakan Langkah awal untuk mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah melalui Al-Quran.

 

2.    Tilawah/Membaca Al-Quran

 

Hendaknya kita menjadikan aktivitas membaca atau tilawah Al-Quran sebagai budaya yang mandarah daging yang dapat digunakan sebagai kebutuhan rohani sebagaimana butuhnya kita akan makan dan minum tilawah.

 

Berkaitan dengan istilah membaca, di dalam Al-Quran terdapat dua istilah:

a.       Qira’ah: -Membaca ayat-ayat Al-Quran

                         -Membaca alam semesta cipataan Allah

            Dasarnya surat Al-Alaq ayat 1.

Dua hal tersebut dapat menghantarkan seseorang untuk meningkatkan keimanan kepada   Allah.

b.      Tilawah: Membaca ayat-ayat Al-Quran

 

3.    Mempelajari Tajwid

 

Ibnu Qudamah Menyusun kitab Minhajul Qhasidin, di dalamnya terdapat materi tentang tingkatan ilmu, yaitu

a.       Ilmu Ushul (ilmu pokok): Hukum mempelajari ilmu Ushul adalah Fadhu ‘ain, yaitu Setiap muslim wajib mengenal Allah. Mempelajari Tauhid.

b.      Ilmu Furu’ (ilmu cabang): Hukumnya Fardhu Kifayah. Kewajiban mempelajari akan gugur ketika sudah ada yang mempelejarinya

-Berkaitan dengan agama: Ilmu tentang hukum waris, Ilmu Hadist

-Tidak berkaitan langsung dengan agama: Ilmu Teknik, ilmu kedokteran

c.       Ilmu pelengkap: Sebagai contoh Ilmu Nahwu Sharaf, Ilmu Tajwid.

 

Jadi ilmu tajwid termasuk ilmu pelengkap agar kita ketika membaca Al Quran bisa benar sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

 

Sebagaimana Sholat maka juga diperlukan ilmu pelengkap, seperti ilmu tata cara sholat. Maka yang dikaji adalah ilmu fikih seperti tentang tatacara berwudhu, cara ruku, cara takbir.

 

Terdapat suatu kaidah: “Suatu kewajiban itu tidak akan sempurna bahkan tidak akan sah kecuali dengan adanya suatu penghantar maka penghantar tersebut hukumnya menjadi wajib”

 

 

4.    Mentadabburi Al-Quran

Berusaha memahami kandungannya, menikmati iramanya, untaian kata yang indah hikmah dan rahasia dari setiap huruf, pilihan kata dan ayatnya. (Dikutip dari slide ustadz Iman Firdaus)

 

Berusaha memahami isi ayat yang dibaca. Hal ini bisa dimulai dengan cara membiasakan diri untuk tidak hanya membaca ayat Al Quran melainkan juga terjemahannya. Hal ini bisa dimulai dari surat-surat yang ada di Juz 30 atau ayat yang biasa dibaca di dalam sholat.

 

Dengan mentadaburi Al Quran kita bisa mengamalkan sunnah Nabi, sebagai contoh ketika Rasulullah melewati ayat tentang indahnya surga maka Rasulullah berhenti dan meminta kenikmatan tersebut, ketika melewati pedihnya siksa neraka maka Rasulullah berhenti dan berlindung dari siksa neraka tersebut.

 

5.    Menghafal dan mengulangi hafalan (36:22)

Dengan menghafal maka

 

6.    Mengajarkan dan mendakwahkannya

“Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang mempelajari Qur’an dan yang mengajarkannya” (HR. Bukhari, Abu Daud, At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Ad-Darimi) (Dikutip dari slide ustadz Iman Firdaus)

 

Keutamaan dalam mengajar dalam islam adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain akan mendapat pahala ketika orang yang diajar tadi beramal dengannya.

 

7.    Mengamalkan Al-Quran

 

Lampiran:

Poster Publikasi

 


12 October 2020

Kajian Online KMIH "Bersahabat dengan Al Quran"


Bismillah..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah…
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu alayhi wa sallam
Sahabat muslim keluarga besar KMIH Hiroshima rahimakumullah..
Apa kabarnya??? Semoga kita semua senantiasa mendapatkan limpahan kebaikan, keberkahan dan perlindungan dari Allah Azza wa Jalla.

Oiya sobat muslim sekalian, admin mau mengingatkan buat sobat muslim semua..di tengah kesibukan sobat-sobat sekalian, meskipun ramadhan telat lewat, jangan lupa luangkan waktu untuk membaca Al Qur’an ya.. Kenapa begitu ya min?? Ya karena Al Qur’an itu selain banyak keutamaannya juga penting banget lho buat pedoman hidup kita..

Sebagaimana firman Allah Ta ala di QS. Al-Isra (17) : 9
“Sungguh Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar”.
Hal itu diperkuat dengan wasiat terakhir Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam saat haji Wada bahwa secara tegas umat muslim diminta untuk berpegang teguh dengan kitabullah agar terhindar dari kesesatan.

Nah..kebayang kan betapa kitab suci yang mulia itu sangat-sangat penting bagi kehidupan kita.
Untuk itu sebagai ikhtiar kita bersama untuk mempelajari, mentadaburi, mencintai, mengamalkan keutamaan-keutamaan kitab suci yang mulia ini, kami dari KMIH mengajak sobat-sobat muslim sekalian untuk ikut bergabung bersama dalam kajian online bertema “Bersahabat dengan Al Quran” pada

Hari : Ahad, 18 Oktober 2020
Waktu : 18:00 – 19:00 JST
Meeting ID : 826-3999-1915

Kajian ini menjadi kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan pembelajaran Al Quran dalam format tahsin online yang insyaAllah menjadi salah satu agenda rutin KMIH ke depannya. Untuk itu selepas kajian akan dibuka pendaftaran pembelajaran tahsin bagi sobat muslim sekalian. Jangan sampai ketinggalan ya sobat muslim semua…

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan memudahkan langkah kita smua untuk tetap istiqomah dalam menuntut ilmu agama ini.