Recent Posts

Modal Sosial: Indonesia Punya Apa (Reportase 2nd OPBB Maret 2014)

Sabtu, 15 Maret 2014, KMIH mengadakan kegiatan Obrolan Petang Bapak-Bapak (OPBB) 2nd yang bertempat di masjid Al Salam Saijo. Acara yang diselenggarakan setelah kegiatan bersih-bersih masjid ini mengambil topik "Modal Sosial: Indonesia Punya Apa?" yang dipandu oleh Bpk. Sofitra.

Dalam kegiatan yang merupakan diskusi santai ini ada beberapa pembicaraan yang menarik:

1. Indonesia adalah negara kaya yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Mungkin bila dibandingkan dengan Jepang, mereka harus bekerja 12 jam untuk bisa hidup dengan layak. Sementara saat ini kita di Indonesia memiliki modal dasar yang besar. Jangan sampai kita gagal memanfaatkan apa yang kita miliki.

2. Jika kita melihat anak-anak sekolah di Jepang kita lihat betapa mereka memperhatikan aspek kebersamaan. Lihat saja mereka yang punya mobil atau tidak, yang kaya ataupun tidak, semua akan berjalan kaki ke sekolah bersama-sama dengan adanya kepala regu. Jangan dikira kepala regu itu enak, bawa-bawa bendera, ia harus bertanggungjawab terhadap anggota barisannya. Kalau ada anak yang tak sanggup berjalan, misalnya karena masih terlalu kecil (anak kelas 1) maka ketua regu harus menggendongnya. Bandingkan dengan di sekolah kita, yang dipentingkan adalah sekadar tinggi-tinggian nilai. Mau jadi apa kedepannya?

3. Ada negara yang demokratisasinya membawa kepada kemajuan negaranya, ada juga yang tidak berhasil.

4. Dengan lahirnya undang-undang otonomi daerah ada yang menganggap Indonesia telah terpecah. Kepala-kepala daerah seolah menjadi raja-raja kecil. Pemilihan kepala daerah telah menghabiskan biaya yang sangat besar, namun tidak menghasilkan pemerintahan yang berjalan dengan baik.

5. Hukum di Indonesia adakalanya tekesan tidak tegas. Misalnya saja, sampai sekarang tidak ada penindakan yang tegas terhadap perusakan fasilitas umum, apalagi yang membahayakan semisal pencurian mur jembatan atau rel kereta api. Padahal itu sangat membahayakan.

6. Di Indonesia ada 'pekerjaan-pekerjaan' yang seolah tidak menarik, misalnya petani. Bandingkan dengan di Jepang yang mana 'pekerjaan-pekerjaan' itu memiliki peranan tersendiri. Petani di Jepang bahkan kaya raya.

7. Di suatu desa, saat ada 'serangan fajar' pemilihan kepala desa maka baik penduduk yang kaya maupun yang miskin, semua mau menerima uang 'sogokan' itu. Penyakit apa yang melanda negeri ini? Kalau sudah begini harta benda yang mencukupi pun tidak berpengaruh, selama keserakahan masih ada di dalam diri.

8. Jati diri bangsa, karakter bangsa perlu diperjelas. "seperti apakah seharusnya anak-anak Indonesia?"

9. Di Jepang, kepercayaan antar warga sangat tinggi. Kalau ada yang tidak jujur sanksi sosialnya sangat berat. Bisa-bisa bunuh diri.

10. Sistem di Jepang yang berjalan lebih baik ini, dulunya juga sama saja seperti di Indonesia. Misalnya saja dulu soal penyelewengan-penyelewengan proyek juga seperti di Indonesia, namun sekarang sudah jauh berbeda. Ini artinya, insya Allah Indonesia pun bisa berubah menjadi lebih baik.




Artikel dan foto oleh Iqbal