Recent Posts

Cara Mendapatkan Hidayah dan Hal-Hal yang Menghalanginya (Liputan Acara Golden Week 2013 di Masjid Al Salam Hiroshima)

Ahad 5 Mei 2013, HICC (Hiroshima Islamic Cultural Center) mengadakan program golden week 2013 berupa acara kajian Islam dan penyambutan warga muslim baru (welcoming party) di Hiroshima.

Acara yang dibuka oleh brother Indra (student asal Malaysia) ini dihadiri oleh warga muslim yang berasal dari berbagai negara yang tinggal di Hiroshima maupun di prefektur lain yang juga datang untuk turut berpartisipasi. Tilawah Al Qu'ran yang diperdengarkan oleh brother Ikhsan (student asal Indonesia).




Sambutan oleh Direktur HICC


Sambutan dibawakan oleh Direktur HICC yang mengajak segenap warga muslim yang hadir untuk dapat secara rutin melakukan sholat lima waktu secara berjamaah di masjid al Salam Hiroshima. Terlebih bila kampus tempat mereka belajar tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menunaikan shalat. Selain itu, sholat berjamaah memiliki nilai yang lebih tinggi ketimbang sholat sendirian.

Masjid adalah tempat di mana di dalamnya ditunaikan sholat, maka tugas kita semua untuk memakmurkan masjid ini dengan sholat di dalamnya. Orang yang ingin sholat berjamaah di masjid al Salam dapat memanfaatkan fasilitas jemputan gratis yang dijalankan oleh orang-orang yang telah mendedikasikan waktunya, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak datang ke masjid. Jangan sampai nanti di hari akhir kita diminta pertanggungjawaban oleh Allah, sekarang di sini sudah ada masjid lalu kenapa kita tidak memakmurkannya?

Selain menyampaikan pentingnya sholat berjamaah di masjid, Direktur HICC juga menyerukan agar para pelajar yang saat ini sedang menuntut ilmu di jepang untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, selain untuk belajar juga untuk menjadi dai bagi masyarakat sekitar yang belum mengenal Islam. Mereka hendaknya mempelajari bahasa Jepang dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengenalkan Islam.

Kajian Islam oleh Syaikh Mohsen Shaker al-Bayoumi



Setelah sambutan, acara berlanjut ke kajian Islam oleh Syaikh Mohsen Shaker al-Bayoumi dari Masjid Ibaraki Osaka yang membawakan tema "Cara Mendapatkan Hidayah serta Hal-Hal yang Menghalangi Kita dari Mendapatkan Hidayah".

Beliau menyampaikan bahwa hidayah adalah hal yang sangat penting bagi setiap muslim. Sebagaimana setiap harinya kita sholat fardhu sebanyak 17 rakaat yang kesemuanya membaca surah al-Fatihah. Di dalam surah tersebut ada ayat yang berisi permohonan hidayah atau petunjuk, yaitu:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” (Q.S. al-Fatihah: 6-7). Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata tentang ayat tersebut: “mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya” (Madaarijus Saalikin, 1/72, red). Dengan demikian hidayah adalah mengetahui kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Lalu Syaikh al Bayoumi menyampaikan bahwa manusia dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu orang yang tahu kebenaran dan mengikutinya; orang yang tahu kebenaran namun tidak mengikutinya; dan orang yang tidak tahu kebenaran sama sekali.

Saat ini kita berada di negeri yang mana di dalamnya banyak orang yang belum mengenal Islam. Adalah tugas kita semua untuk mengenalkan Islam kepada mereka. Diantara cara yang efektif adalah dengan memberikan contoh. Jadilah orang yang ketika mereka melihatmu, mereka melihat pribadi yang baik. Seorang Jepang yang masuk Islam pernah menceritakan kepada saya bahwa dia masuk Islam karena merasa tersentuh dengan kepribadian seorang pelajar muslim yang ia kenal.

Kita mempunyai contoh manusia dengan kepribadian yang sempurna, sebaik-baik teladan, yaitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

"Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. al-Ahzab: 21).

Syaikh al Bayoumi kemudian menyampaikan ada 4 tipe hidayah yaitu:

Pertama, hidayah untuk seluruh makhluknya. Hidayah dalam hal ini adalah petunjuk yang Allah berikan kepada setiap makhluknya akan hal-hal apa saja yang bermanfaat buat mereka. "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi; yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya); dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk" (Q.S al-A'la: 1-3).

Kedua, hidayatu ad-dalalah wal irsyad, hidayah ini adalah petunjuk yang datang dari para nabi, rasul, dan orang-orang yang mengikuti kebenaran. Hanya saja tak semua orang yang mendapatkan petunjuk itu akan langsung menurutinya.

Ketiga, hidayatu at taufiq, yaitu hidayah yang langsung datang dari Allah. Berbeda dengan hidayah tipe kedua, hidayah yang satu ini akan membuat orang mengikutinya. Dari sekian orang Jepang yang masuk Islam beberapa bulan lalu, ada satu yang istimewa, yaitu seorang Jepang yang ternyata sudah tahu tentang Islam, sudah paham tauhidnya, sekalipun ternyata ia punya kendala dalam berbicara dan membaca. Allah langsung menyentuh hatinya.

Keempat, Hidayah untuk masuk ke dalam surga pada hari kiamat nanti. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.” (Q.S. al-A’raf: 43).


Hal yang bisa membuat kita memperoleh hidayah

Adapun hal yang menjadi sebab datangnya hidayah:

Pertama, tauhid, yaitu beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak melakukan syirk. Allah mengampuni segala dosa kecuali dosa menyekutukan Allah (syirk).

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (Q.S. an-Nisa': 48).

Kita bisa melihat masyarakat muslim di berbagai negara yang marak melakukan kesyirkan, misalnya mendatangi kuburan untuk meminta pertolongan dari orang-orang sholeh yang sudah mati.

Tetapi kan mereka dulunya orang yang hebat? Memang benar, tetapi ketika mereka sudah mati, urusan mereka sudah selesai. Ketika manusia mati, semua amal mereka sudah terputus kecuali 3 hal: amal jariyah, ilmu yg bermanfaat yang diajarkan semasa hidup, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya. Selama mereka memiliki hal tersebut, mereka masih memperoleh limpahan pahala sekalipun mereka telah meninggal dunia (yaitu menurut Hadits Riwayat Muslim no. 1631, red.).

Kedua, berusaha yang terbaik untuk mengikuti ajaran Rasulullah. Aplikasi nyata di Jepang ini misalnya, dalam hal memilih makanan halal. Ada orang-orang yang tidak terlalu peduli kehalalan apa yang dimakannya, mereka cenderung menganggap remeh perkara tersebut.

Terkait makanan haram, ini perkara yang penting buat kita pahami bersama, kenapa kita tidak memakan makanan haram? Jawaban yang benar adalah karena Allah melarangnya. Hanya itu, tidak perlu bersusahpayah menjawab dengan memberikan alasan ilmiah.

Ada seorang yang sebelum datang ke Jepang ini menyiapkan berbagai alasan ilmiah kenapa ia tidak bisa memakan makanan haram. Suatu waktu ada orang Jepang yang bertanya kenapa kamu tidak bisa memakan makanan ini? Lalu ia menjawab dengan daftar alasan ilmiah tersebut dan sang orang Jepang mengiyakan.

Lain waktu, ada lagi yang menanyakan hal yang sama. Ia kembali memberikan jawaban ilmiah. Namun kali ini sang orang Jepang membantah, “Saya, saudara saya, orang tua saya, kakek saya, kami semua sejak dulu makan daging babi. Tetapi sekarang saya toh lebih sehat daripada kamu”

Padahal sebaik-baik jawaban hanya, “aku tidak memakannya karena Allah melarangnya.” Titik.

Satu hal yang pasti, makanan haram dapat membentuk karakter kita menjadi orang yang susah menerima kebenaran.

Ketiga, ikhlas, artinya melakukan amal ibadah dengan niat karena Allah semata. Allah maha tahu hati manusia maka kita harus selalu mengecek niat, agar tidak ada amalan yang bocor.

Keempat, bersahabat dengan orang-orang shaleh. Ketika kita terbiasa bergaul dengan orang-orang shaleh maka kita akan selalu mendapat pengaruh baik dari mereka, sedikit demi sedikit hal itu dapat turut membawa kita menjadi baik seperti mereka.


Hal yang menghalangi hidayah

Ada beberapa hal yang menghalangi manusia dari hidayah. (Karena waktu yang tinggal sedikit maka Syaikh al Bayoumi menjelaskannya secara lebih cepat dan ringkas)

Pertama, minimnya pengetahuan. Orang yang bodoh akan mudah diombangambing oleh setan. Saat ini banyak sekali orang yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menimbulkan keraguan dikalangan umat Islam. Sebenarnya pertanyaan tersebut mudah saja menjawabnya bila kita memiliki ilmu. Akan tetapi banyak sekali orang yang kurang ilmunya sehingga menjadi mudah terombang-ambing.

Dikisahkan ada dua orang: alim (ahli ilmu) dan abid (ahli ibadah), keduanya bersaudara karena Allah. Para setan berkata kepada Iblis, “Kami tidak mampu memisahkan keduanya.” Maka Iblis berkata, “Biarkan aku yang menangani keduanya.” Iblis duduk di jalan ahli ibadah yang biasa dia lewati, saat ahli ibadah itu sudah dekat kepada Iblis, dia bangkit menampakkan diri dalam wujud seorang laki-laki tua dengan bekas sujud di keningnya. Iblis berkata kepada ahli ibadah, “Dalam hati terdapat suatu ganjalan, aku ingin bertanya kepadamu tentangnya.” Ahli ibadah berkata, “Silakan, bila aku mempunyai ilmu maka aku akan mengatakannya kepadamu.” 

Iblis bertanya, “Apakah Allah kuasa menjadikan langit-langit dan bumi, gunung-gunung, pohon-pohon dan air dalam sebuah telur tanpa menambah ukuran telur sedikit pun dan tanpa mengurangi ukuran semua itu sedikit pun?” Maka ahli ibadah terheran-heran dan berkata, “Tanpa menambah ukuran telur sedikit pun dan tanpa mengurangi ukuran semua itu sedikit pun?” Ahli ibadah itu berhenti maka Iblis berkata kepadanya, “Silakan tuan berjalan dan berpikir.” Kemudian Iblis memandang kepada rekan-rekannya dan berkata, “Aku telah mencelakakan orang ini, aku telah menjadikannya ragu-ragu terhadap Allah.” 

Kemudian Iblis duduk di jalan ahli ilmu, dia datang dan mendekat, Iblis bangkit kepadanya dan berkata, “Wahai bapak, dalam dadaku terdapat sesuatu yang mengganjal, aku ingin menanyakannya kepadamu.” Ahli ilmu berkata, “Silakan, bila aku punya ilmu maka aku akan mengatakannya kepadamu.” Iblis bertanya, “Apakah Allah kuasa menjadikan langit-langit dan bumi, gunung-gunung, pohon-pohon dan air dalam sebuah telur tanpa menambah ukuran telur sedikit pun dan tanpa mengurangi ukuran semua itu sedikit pun?” Ahli ilmu itu menjawab, “Ya.” Iblis kaget dan berkata, “Tanpa menambah ukuran telur sedikit pun dan tanpa mengurangi ukuran semua itu sedikit pun?” Ahli ilmu menjawab, “Ya.” Dengan nada tinggi sambil menghardik.

Ahli ilmu itu melanjutkan, “Sesungguhnya urusan Allah bila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah berfirman kepadanya, ‘Jadilah.’ Maka ia pun jadi.” (Q.S Yasin ayat 82). Maka Iblis berkata kepada rekan-rekannya, “Dari arah inilah kalian kalah.” Semoga Allah menjaga kita semuanya. (Kisah abid dan alim ini diceritakan dengan ringkas, namun di blog ini kami (redaktur) mengutipkan versi lengkapnya yang dapat ditemukan dalam Akamul Marjan fi Ahkamil Jan, Badruddin Abdullah asy-Syibli, red.).

Kebanyakan bid'ah (mengada-ada dalam agama) datang dari orang yang tidak punya ilmu, sehingga setan datang kepada ahli ibadah, mengapakah kamu tidak menambahkan ini dan itu dalam ibadahmu? Sehingga orang ahli ibadah yang bodoh itu mengikuti anjuran setan dan lahirlah bid’ah.

Kedua, hasad dan sombong. Seorang muslim sudah tahu bahwa semua yang dimiliki manusia berasal dari pemberian Allah sehingga tak pantas lagi merasa saling iri.

Alasan mengapa iblis menolak sujud kepada adam adalah karena iblis yang sombong merasa lebih mulia dari Nabi Adam yang diciptakan dari tanah.

Ketiga, teman yang buruk. Bergaul dengan orang yang buruk maka kita pun lama kelamaan akan terpengaruh sifat-sifat buruknya dan terhalang dari hidayah.

Sesi Tanya Jawab

Selanjutnya adalah sesi tanya jawab.

1. Ada seorang perempuan Jepang yang ingin masuk Islam. Saat ini dia sudah mengetahui beberapa dasar-dasar Islam. Sayangnya suaminya belum tertarik untuk mempelajari Islam, bagaimana hukumnya?

Di dalam Islam, seorang seorang perempuan muslim tidak boleh menikah dengan seorang perempuan non muslim. Itu artinya, ketika seorang perempuan sudah memeluk Islam, maka hubungannya dengan sang suami yang belum memeluk Islam menjadi haram. Tugas sang istri adalah mengajak suaminya ikut memeluk Islam. Terkait pertanyaan ini Direktur HICC menyampaikan bahwa saat ini sedang dalam proses yang memerlukan waktu yang bertahap sehingga tidak bisa terburu-buru.


2. Apakah antar ulama di masa lalu juga ada yang saling berdebat dan mengapa bisa ada perdebatan?

Sumber ilmu di dalam Islam memang sama yaitu Al Qur'an dan sunnah, tapi ketika sudah masuk dalam tataran ijthad para ulama bisa berbeda persepsi. Dan kita harus mengecek mana yang paling sesuai dengan Al Qur'an dan sunnah. Kita harus paham bahwa para ulama tersebut tak ada yang terbebas dari kesalahan, mereka tidak maksum, sehingga ada kalanya mereka benar dan ada kalanya mereka salah. Dan kita ukur hal itu dengan Al Qu'ran

3. Lalu bagaimana kita tahu mana yang paling dekat dengan Al Qur'an dan sunnah? 

Kita harus memiliki guru (ulama) yang bagus yaitu yang dapat menjelaskan berbagai macam dalil dibalik pendapat-pendapat yang berbeda tersebut.

4. Saya kadang-kadang ragu dalam sholat sudah rakaat keberapa, apa yang harus saya lakukan?

Bila itu terjadi kita anggap saja dengan rakaat yang paling sedikit, contohnya ketika ragu sudah rakaat empat atau tiga, anggap saja tiga kemudian kita menyempurnakannya.


5. Kita di sini mengikuti beragam mahzab, bagaimana ketika kita sholat berjamaah?

Perbedaan mahzab hanya ada pada cabang, dan bukan pada hal yang pokok. Sehingga seharusnya tidak ada masalah sama sekali dalam sholat berjamaah meski makmumnya berbeda-beda mahzabnya.

6. Apa yang wajib dipelajari pertama kali oleh seorang muslim?

Kita mulai dari belajar tauhid.

7. Buku apa yang Syaikh rekomendasikan untuk dibaca muslim pemula?

Ada dua yang menurut saya baik untuk dibaca kalangan pemula. Bukan berarti tidak ada lagi selain dua ini, namun dua buku ini isinya realatif mudah dicerna dan sudah ada terjemahannya dalam bahasa Inggris. Buku tersebut yaitu "Minhajul Muslim" dan "'Aqidatul Mu'min" karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi.

8. Tentang makanan apa kita bisa memakan daging yang disembelih oleh ahlul kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani (misal daging yang diimpor dari Brazil dan sebagainya)? Kemudian bagaimana dengan evaporated alcohol?

Tidak ada keraguan bahwa kita boleh memakan daging yang disembelih oleh ahlul kitab. Namun perlu diketahui bahwa permasalahannya adalah kadang-kadang di negara tersebut dagingnya tidak disembelih oleh mereka, melainkan oleh pekerja lain. Sebagai contoh, saya pernah mendapati seorang pemotong daging di suatu negara yang ternyata dia adalah seorang Sikh. Selain itu, bagaimanakah proses pemotongannya? Ini yang juga menjadi masalah, jangan-jangan memotongnya menggunakan mesin, dan sebagainya. Dengan demikian, yang terbaik adalah membeli daging impor dari negara-negara muslim.

Tentang evaporated alkohol dalam makanan, ketika benda halal dan haram tercampur maka benda tersebut menjadi haram.


9. Apakah hukumnya hijab dan niqab (penutup wajah) bagi perempuan?

Tak ada keraguan bahwa hijab hukumnya wajib. Adapun mengenai niqab maka terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mewajibkannya ada yang menganggap terserah bagi sang perempuan apakah mau memakainya atau tidak.


Welcoming Party

Selesai kajian, acara dilanjutkan dengan welcoming party yaitu penyambutan warga muslim pendatang di Hiroshima. Direktur HICC memberikan buket bunga kepada mereka. Tak lupa buket bunga diberikan kepada Syaikh al Bayoumi sebagai tanda terima kasih sudah memberikan ceramahnya di masjid ini.









Foto Bersama, Sholat Ashar Berjamaah dan Makan Bersama

Setelah acara ditutup, hadirin mengambil foto bersama. Kemudian sholat Ashar berjamaah dan dilanjutkan dengan makan bersama.







Artikel dan foto oleh M. Iqbal Akhirudin
Video oleh Eko Prasondita